Ranah Politik Indonesia

Suhu politik di Indonesia memanas kembali, kampanye (perang) politik sudah dimulai, setelah saya melihat dan mendengarkan debat capres dan cawapres di Trans corp dan SCTV, disana terlihat sekali bahwa ada diantara capres dan cawapres yang ternyata seperti orang yang kurang menguasai materi yang dipertanyakan, berbeda sekali dengan iklan politik mereka yang nongol di TV, ada apa sebenarnya…?

Jujur saya kecewa, karena cawapres yang saya dukung ternyata tidak sesuai dengan harapan saya.

Pada debat presiden pertama, menurut kacamata saya ada satu orang capres yang kurang nyambung dengan materi yang diberikan moderator waktu itu (Anis Baswedan), mungkin karena kurang persiapan atau memang beliau berbeda dengan 2 capres yang lain yang notabene masih menjabat sebagai presiden dan wakilnya.

Pada debat cawapres tadi malam yang saya lihat di SCTV, hanya satu orang yang menurut saya dapat menjawab dengan baik dan pembawaannya pun tenang, sedangkan 2 cawapres yang lainnya terlihat gugup, (mohon maaf) Pak Budiono terlihat kurang begitu memahami tentang UUD Negara kita bahkan pasal mengenai kebebasan beragama sepertinya beliau tidak tahu, karena menurut beliau bahwa pemerintah akan membuat undang-undang yang mengatur kebebasan beragama dan menjalankan ibadahnya, sedangkan Paki Prabowo, kalau boleh saya bilang seperti orang gugup dan terburu-buru dalam menjawab pertanyaaan yang diajukan dan memberikan komentar.

Jujur saja ini menjadi dilema bagi saya ketika melihat debat capres dan cawapres yang seperti itu, kalau memang mereka para capres dan cawapres nantinya ketika menangani negara kita tercinta masih seperti itu, mau dibawa kemana negara kita.

Saya hanya berpesan kepada para capres dan cawapres agar dalam menjawab dan memberikan komentar agar lebih mengena dan tepat kepada apa yang dipertanyakan dan dikomentari, persiapkan diri dulu lebih baik.

Satu hal lagi yang ingin saya komentari, mengenai pemilu satu putaran, kepada team sukses salah satu capres mohon bersikap bijak agar tidak terjadi benturan yang tidak diinginkan, bolehlah kalau pemilu satu putaran kalau hasilnya adalah 50% + 1, tetapi janganlah dulu terlalu arogan seperti itu, jujur simpati saya kepada salah satu pasangan menjadi berkurang dengan adanya hal seperti itu, dan mungkin bukan hanya saya saja yang bersikap seperti itu, cobalah low profile aja, ingat ketika PDIP yang waktu itu memenangi kursi legislatif tetapi kalah pada pilpres, belajarlah dari masa lalu.

Dan kepada KPU adakanlah debat terbuka capres dan cawapres, hadirkan mereka berdua dan hadirkan juga masyarakat dari berbagai kalangan baik dari mahasiswa, pengusaha, rakyat desa dan kota, saya ingin tahu sejauh mana para capres dan cawapres ini dalam menjawab aspirasi rakyat Indonesia yang sesungguhnya. saya hanya menginginkan orang-orang yang tepat yang memimpin bangsa kita tercinta Indonesia

Akhirnya,  Jayalah Bangsaku Jayalah Demokrasiku

Beri tanggapan

Your response: